Pak Sujoko, dari musisi menjadi pelestari wayang kulit

Semangat dan dukungan adalah hadiah terbaik yang selalu diberikan oleh seseorang kepada orang terkasih. Setidaknya itulah yang selalu dilakukan oleh Bapak Sujoko, seorang seniman tatah sungging dari Kampung Wayang Kepuhsari. Belasan tahun membina rumah tangga bersama Ibu Retno Lawiyani membuat beliau turut menjadi saksi bagaimana perjuangan Ibu Retno dalam berkarya dan mengabdi.

Tak banyak orang yang mengetahui sosok Pak Sujoko. Suaranya yang khas ditambah dengan raut muka yang tegas membuat beliau cukup disegani di lingkungan Kepuhsari. Pribadinya yang terlihat pendiam justru mampu untuk menjadi peredam. Sesekali beliau tertawa ketika diminta sedikit bercerita tentang masa muda. Tidak sedikitpun terpikir bahwa wayang dan seni tatah sungging akan menjadi bagian hidupnya. Kegiatan sebagai musisi  pada saat itu rela ditinggalkan ketika bertemu dengan Ibu Retno sebagai bagian jiwanya. Kegigihan Ibu Retno dalam melestarikan wayang membuatnya sadar bahwa budaya lokal harus tetap dilestarikan. Sedikitnya jumlah penatah muda yang ada membuat beliau kemudian berinisiatif untuk belajar seni tatah sungging. Lama kelamaan kegigihan Pak Sujoko membuahkan hasil. Tak hanya dipandang seorang seniman, kini tatah sungging telah menjadi bagian utama dari pekerjaan.

Meskipun masih  tergolong seniman muda di Kampung Wayang Kepuhsari, hasil karya Pak Sujoko terbilang luar biasa. Banyak jenis wayang telah berhasil dibuat, baik wayang dengan gaya Surakarta maupun wayang gaya Yogyakarta. Layaknya buatan seorang seniman senior, hasil tatahnya terlihat cukup halus dengan detail bentuk yang tertata rapi. Menariknya, tidak hanya melayani bentuk wayang dengan pakem (gaya) kedaerahan saja, beliau juga sangat terbuka dengan permintaan tertentu dari pelanggan. Alhasil berbagai wayang generasi baru pun lahir dari kreatifitas beliau. Sehingga tidak heran apabila banyak orang berminat dengan hasil karyanya.

Menjadi salah satu penggerak bagi desa sekaligus penyemangat bagi Ibu Retno dalam beraktifitas merupakan tugas ganda yang diemban oleh Pak Sujoko setiap harinya. Peran Pak Sujoko dalam mengembangkan Kampung Wayang Kepuhsari juga tidak bisa dianggap remeh. Beliau turut menggerakkan warga sekitar untuk ikut berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan pariwisata. Kekompakan serta kerjasama dengan Ibu Retno berhasil membuktikan bahwa keinginan untuk melestarikan budaya tidak hanya berbicara tentang memberi hidup lebih lama bagi keberadaan seni dan tradisi lokal tetapi juga mampu untuk memberi lebih kepada diri sendiri dan sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *