Workshop Tatah Sungging Wayang Kulit

Perkembangan trend wisata global telah mempengaruhi minat wisatawan ke arah pola wisata interaktif. Kini wisatawan tidak hanya bisa melihat atraksi  saja, tetapi juga dapat mengambil bagian langsung dalam berbagai paket wisata budaya yang ditawarkan. Kampung Wayang Kepuhsari, sebuah desa wisata baru di Kabupaten Wonogiri menangkap peluang baik dari kondisi ini. Wayang sebagai sebuah kesenian dan tradisi Jawa, berhasil dikemas dalam bentuk paket workshop tatah sungging yang menarik. Wisatawan tidak hanya diajak melihat wayang sebagai sebuah seni pertunjukan, tetapi juga berkesempatan belajar tentang bagaimana cara membuatnya sekaligus menikmati pengalaman tidak terlupakan dalam menyelami kehidupan seniman di Kampung Wayang Kepuhsari.

workshop tatah sungging
Menyungging atau memberi warna pada wayang yang telah selesai ditatah.

Pada worskhop Tatah Sungging, kami menawarkan sebuah kesatuan seni dalam membuat wayang yaitu tatah dan sungging. Di kelas ini, anda akan kami ajak untuk belajar bagaimana membuat sebuah wayang dengan bahan kulit asli, dimulai dari pengenalan alat tatah, berbagai macam pola tatahan beserta filosofinya sampai belajar langsung membuat karakter wayang. Tatah merupakan proses menggambar serta melubangi kulit kerbau kering dengan menggunakan alat ukir tradisional. Sementara sungging adalah proses lanjutan dimana anda akan diajak mewarnai kulit kerbau yang sudah dilubangi dengan bahan pewarna hingga menjadi bentuk wayang. Setelah selesai, anda juga akan diajak untuk melihat proses gapit. Gapit adalah memberi tangkai pada wayang menggunakan tanduk kerbau yang sudah dihaluskan. Menariknya, hasil wayang yang anda buat dapat dibawa pulang sebagai bentuk kenang-kenangan dari kami.

Pada paket ini kami berupaya untuk menciptakan interaksi langsung antara wisatawan dengan para seniman tatah sungging. Workshop Tatah Sungging kami harapkan dapat menjadi media untuk kembali memperkenalkan seni membuat wayang kulit sekaligus menjadi salah satu langkah bagi proses pelestariannya. Kami berharap wayang kulit dapat terus ada dan lestari sebagai produk budaya bangsa yang adiluhung.

Pokdarwis Tetuka Workshop Tatah Sungging
Seorang anggota Pokdarwis Tetuka memberi penjelasan pada rombongan study tour Jejak Tradisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *