Mrs. Leigh Petani Amerika

Leigh Whitehead, Petani dari Wisconsin, Amerika

Hallo, Nama saya Leigh dari Wisconsin, Amerika. Saya seorang petani yang sedang berkunjung ke Indonesia bersama dengan Ade, teman saya yang kebetulan orang Indonesia dan tinggal di kota Jogjakarta. Pengalaman yang paling berkesan selama saya di Indonesia adalah saat saya diajak mengunjungi Desa Kepuhsari yang dikenal sebagai Wayang Village atau Kampung Wayang Kepuhsari.

Dari Jogja kami berangkat tengah hari lewat Klaten kemudian sampai di sana sekitar pukul 15.00 sore dan langsung disambut oleh anak-anak yang sedang belajar Bahasa Inggris dengan dibantu oleh para relawan yang mengadakan program volunteering bernama Menatah Cita Menyungging Asa. Kami sangat senang mereka dengan semangatnya belajar bahasa asing. Mereka anak-anak yang manis, dan sedikit pemalu. Pada awalnya mereka sedikit takut melihat kami, akan tetapi lama kelamaan mereka ramah dan berani menyapa.

 

 

Selepas melihat anak-anak belajar, kami diantar untuk menginap di rumah warga yang sekaligus difungsikan sebagai homestay. Nyonya Eni adalah tuan rumah tempat kami bermalam, beliau beserta keluarganya menyambut dengan sangat ramah dan hangat. Kami bercakap-cakap melalui perantara karena pemilik rumah tidak menguasai bahasa Inggris. Meski begitu saya bisa merasakan kebaikan mereka. Kami banyak bertukar cerita, mereka menceritakan kehidupan mereka dan saya menceritakan kehidupan saya dengan bantuan penerjemahan yang merupakan relawan lokal. Saya sangat takjub dengan kehidupan warga sekitar. Mereka mengubah hampir apapun menjadi makanan enak. Salah satu yang sempat saya cicipi adalah tempe dan emping. Emping adalah yang paling saya sukai, rasanya pahit tetapi gurih.

Pagi harinya saya diajak untuk melihat matahari terbit di Kampung Batu. Setelah menuju kaki bukit dengan sepeda motor perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki kira-kira 500 meter, lalu sampailah di sebuah bukit yang dikelilingi tebing dengan pemandangan yang indah sekali. Sayangnya kami tidak bisa melihat matahari terbit, karena saat itu berkabut. Tetapi saya tetap puas dengan pemandangnnya. Salah seorang pemuda yang baik bernama Ivan juga membantu naik turun bukit yang medannya cukup membuat orang tua seperti saya kewalahan. Saya bisa merasakan keramahan orang Indonesia di sini. Hampir semua orang yang saya temui tersenyum pada saya.

 

 

Dari Kampung Batu kami beranjak menuju Air Terjun Banyu Nibo, namun di tengah perjalanan saya tertarik melihat para petani Desa Kepuhsari sedang memanen padi. Berbeda dengan pertanian di Wisconsin yang merupakan pertanian kering dan modern, lahan pertanian di Desa Kepuhsari adalah sawah dan dikerjakan secara tradisional dengan bantuan mesin kecil, namun hal itu justru begitu membuat saya tertarik untuk melihat dan mencoba ikut memisahkan padi dari batang pohonnya, atau dalam bahasa lokal disebut mengerek pari. Setelah puas melihat proses panen padi, kami melanjutkan perjalanan menuju air terjun.

 

 

Saya juga sempat belajar sedikit tentang wayang. Menurut saya Kampung Wayang Kepuhsari adalah kampung yang unik. Warga desanya mempertahankan budaya wayang kulit, sebuah produk kearifan lokal yang sangat indah dan detail. Meskipun saya belum cukup banyak mempelajarinya karena terbatasnya waktu, seorang warga lokal menceritakan proses pembuatan yang rumit dan detail. Bapak Sutar demikian namanya, beliau bilang bahwa setiap detail dari wayang memiliki pesan yang sarat makna dan pelajaran.

Sayangnya, saya hanya punya waktu menginap selama satu malam karena saya memiliki jadwal lain dan harus kembali ke Amerika. Meskipun begitu saya berniat kembali lagi ke Kampung Wayang Kepuhsari pada kesempatan yang lain.

The homestay was very nice. Children were very receptive to learning and eager for information. Meals were delicious and accommodations clean and comfortable. All persons involved were very professional. Leigh Whitehead, Wisconsin, USA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *